Minggu, 08 Mei 2016



Rindu..
Tak bertemu dan tak berjumpah
tak bisa melihat dan saling bersama
apalagi bercanda tawa pun tak bisa,,
bersapah dan bersuah hanya jauh disana

Aku rindu,
Rindu yang merasa.. ia tahu rasa mendalam
Rasa mendalam berbalut sayang dan perhatian
Melewati rindu, Mengarungi waktu siang dan malam
Menjalani hari mewarnai dunia, kadang suka dan duka
Rindu, ia bersemayam di dalam hati dan pikiranku tentangmu,
Rindu, bertemu, menghabiskan waktu denganmu..
Kemana, dimana, kapanpun tak tahu tempat tertuju
Rindu, dan Rindu yang tak menghilang,,
Tak menghilang saat tidak dan saat bersamamu..
Rindu, perasaan mendalam, katamu.. itu kurasakan selalu..
Cirebon, 10 April 2016



Sabtu, 26 Maret 2016

My Brownies :)

Brownies, iya ini brownies,,that is my favorite cake :) Rasanya manis, legit, coklat, empuk wah itu yummy banget dah,, klu kalian mau nyogok aku gasah pake uang deh pake "brownies" aja #brondong manis, lho?.. :D Btw, mau tanya ni,..apa brownies yang kalian suka ?brondong manis yang hot yaa? hahha oke lanjut dahhhhh :) aku suka Brownies brownies AMAND#, tau kan isian tanda pagernya apa? haha? nah iya betul brownies Amanda (lho malah disebutin) :) rasanya yang enak dan harganya masih terjangkau untuk tukang dagang kaya aku, hehe tapi kalian tau g?ada brownies yang lebih enak lagi lho? Brownies ini ga di jualan di toko dan ga diedarkan secara luas iya ini brownies made in LAELA CHAN, panggil aja pesek. haha nah pengen tau kan gmn si wujud browniesnya? hahha ini nii fotonya : KIRA-KIRA ENAK GAA? HAHHA SAYANG BGT brownies ini ga bisa aku makan tapi aku udah bisa merasakan gmn rasanya, rasanyaaaaaa gaaaaaaaa enakkkkkk pastiii GA ENAK BGT ga bisa langsuung leeepp hehe, dilihat dari tampilannya si biasa tapi proses pembuatannya itu yang luar biasaaaa KARENA dibuat dengan hati yang ikhlas dan bau badan yang menyengatt (blm mandi kan buatnya) :D.. ywdh deh jadi perbaduan yang lengkap hehehe Browniesnya enak bgt--MODUS BIAR DIBIKININ LAGGI HAHHAHA (BECANDA KOK) :), terima kasih ya sudah menyempatkan diri untuk belajar buat brownies,, nanti tolong ajarin buat brownies ya tapi yang lebih enak dari km bisa ga? hahha Terimakasih laela chan, terima kasih atas semua kebaikannya-semoga tuhan senantiasa membalas semua kabaikanmu, Aamiin :D Sekian dan kesuwun, thank for this brownies,more than word eh salah more than brownies :D 27 MARET 2016 00 : 02, Purwokerto GLP 03

Senin, 18 Januari 2016

18-1-2015 Terimakasih

Tuhan, terimakasih atas semua keadaan yang aku rasakan dan jalani hingga sampai detik ini masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik lagi (Semoga) padaMu.. Perjalanan yang telah ku lewati memberikan arti, makna, harapan, perjuangan dan segala keadaan duka maupun suka. Terimakasih engkau telah memberikan orang-orang yang menemaniku dalam perjalanan tersebut. Mama, Irul, Loma, Jamel (meski kau sekarang tak berada di sisiku), Laela (sahabatku).. Aku sangat menyayangi kalian, semoga Engkau limpahkan kasih sayangmu pada mereka. Aamiin.. Mama, Irul, Loma mereka adalah semangat hidupku, mereka adalah energi perjuanganku..mereka adalah hembusan kesegaraan dalam kelelahanku begitu juga 2 orang manusia yang turut mewarnai dan memaknai dalam perjalanan hidupku..Jamel dan Laela. Jamel aku mohon maaf atas segala perbuatan dan khilafku.. maafkan aku..semoga mendapatkan seseorang yang pantas mendampingmu. Laela, engkau sahabtku.. aku mendoakanmu semoga engkau diberikan rahmat, hidayah serta diampuni segala kesalahan dan dosa-dosamu, diberikan keberkahan dalam hidupmu dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Tetaplah jadi orang yang kuat dan sahabatku sampai kapanpun..

Senin, 30 Desember 2013

Rasanya ini,

Sesaat memikirkan yang sudah kulakukan pada hidup ini, rasanya ini lah hidupku yang biasa hanya sama dengan yang lain rata2. Teman-teman sama apa adanya, yang aku liat kini belum terpampang nyata menjadi hal yang luar biasa. Aku kuliah sambil berwirausaha dan aku kini merasa bahwa zona ini bertolak belakng dan saling membunuh saat kita tak bisa menyatuhkannya. Ada ketika harus mengorbakankan salah satunya. bukN hal yg mudah untuk membuat segalanya berjalan lancar bebas tanpa hambatan melainkan bagaimana cara kita untuk membuat keduanya adil dan bertanggung jwb atas jalan yg kita pilih di keduanya. Aku akan sll nikmati dan bersyukur, bukan mndj ucapan yang sll nyata tp smg dgn prinsip ku ini smg ada secercah kekuatan di sela2 kelemahanku. Tuhan tuntun jalan hidupku sll di jalanmu Aamin

Sabtu, 18 Mei 2013

Pemikiran sesaat

Tak mungkin untuk mundur, selangka maupun sepetak. Sudah menjadi keputusan yang harus dijalani tak boleh menyesal, mungkin boleh seseat untuk terdiam mengusap butiran keringat namun jangan terdiam termangu sambil mengerutkan dahi dan membuang semangat dalam cucuran keringarmu apalagi menurunkan segala ambisi dan semangat terhadap impian dan cita-cita. Hal yang kau ingin dapat adalah menepatkan diri pada ketidakyamanan diri yang berharap agar engkau tak menjad rata-rata mereka yang berada pada kondisi nyaman. Memiliki satu waktu yang sama, memiliki tugas yang sama sebagai seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas jenderal Soedirman, memiliki kewajiban dan hak yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Yang berbeda hanyalah aku yang menepatkan diri pada kondisi yang berbeda, kondisi dmn masalah dan pemaknaan hidup terus menghampiri datang setiap waktu. memiliki peran ganda menjadi Mahasiswa PKL ( Mahasiswa oedagang kali lima - seorang pedagang pkl menyebutnyat padaku) ahh tidak menurunkan rasa semangat dan mimpi-mimpi ini. Di sebut sebagai gadis pendorong gerobak dan bos pop ice malah semakin membuatku merasa bangga dan percaya diri terhadap kesuksesan yang harus aku raih dimasa depan. Untuk semua yang telah kudapakan pada semester 4 ini, semoga menjadikan aku menjadi orang yang lebih kuat, semangat dan optimis oiya satu lagi bermanfaat satu lagi deh sholeha.. haha Aamin.. sudah lah untuk waktu ini, ku tuliskan begini.

Jumat, 01 Juni 2012

sekedar Promosi,qiqi


Pengalaman Baru


Selalu saja, hidup ini, ada hal-hal baru bagi kita. Entah itu alamiah “kejutan” dari Sana, atau kita sendiri yang membuatnya. Tapi kali ini, bagiku, sepertinya hal baru yang bukan bersifat alamiah atau datang begitu saja; aku merencanakan sudah cukup lama dan matang; untuk belajar cari uang halal dengan kaki tangan sendiri (gaya ya? Hihi). Akan tetapi juga, aku percaya, sangat yakin, Tuhan juga ikut andil disetiap rencana hamba-hamba-Nya, termasuk hamba yang dhoif ini. Iyakan, Gusti? Karena kusadari benar, Dia-lah yang mememepertemukanku dengan seseorang yang dijadikan sebagai relasiku, untuk (belajar) berwirausaha bersama—yang setelah kucari-cari ia dari sebagian banyak teman, kurayu-rayu ia dari sebagian banyak lawan, kuyakinkan ia dari sebagian banyak kenalan, akhirnya dipersatukan juga, toh. Siapa sih? Perkenalkan deh, Lela Badriah, bukan Lela Majnun, panggil saja Lela, teman sekostan sekampus seperjuangan sepermainan—yang hari kemarin aku ajak untuk jualan, eh bisnis ding alias berwirausaha. Biar agak keren sedikit istilahnyalah. Heheheheheee…


Tibalah hari yang kurencanakan; Sabtu, tanggal 12 Mei 2012, kupilih sebagai awal dari sebuah hal baru; berwirausaha. Usaha Apa sih? Hmmm... Baik, oke, sebetulnya aku agak kurang pd menceritakannya, sih. Bukan apa-apa juga sebetulnya, sih. Sangat biasa sekali, sih. Iiihhh… Pingin tahu saja, sih? Terus baca saja, ya?! J
Usaha yang kuciptakan bukan usaha semacam rintisan Karl Albrecht, yang memiliki jaringan supermarket Aldi Sud berjumlah 4500 toko di Jerman, termasuk 1200 toko yang tersebar di 32 negara bagian Amerika Serikat. Tapi aku bersama temanku, Lela—mencoba membuka usaha kecil-kecilan memproduksi Ketan Susu. Ihiiirrr… En-do-ne-sia se-ka-leee…, kan?
Siang yang hampir sore, ketika jam dinding di kamar kostanku menunjuk pada angka 2 lewat 30, yang jika ada orang bertanya; “Pukul berapa, Hani?” “Pukul setengah tiga, trés,” jawabku telak. Ya, aku dan Lela mulai  sigap menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk dijadikan ketan susu. Mulai dari bahan-bahan yang dijamin halal, alat-alat produksi yang amat bersih, dan resep-resep super jitu (tak usah deh dijelaskan demi menjaga rahasia perusahaan. Hihihihiii…).
Singkatnya, khusus untuk bahan-bahan semua kami cuci, membilasnya, merendamnya, lalu dimasak setengah matang saja di atas kompor yang berapi. Setelah selesai, dikukus satu jam, tidak boleh kurang atau sedikit lebih sih, boleh—saran koki di majalah entah. Hingga tibalah waktu yang sudah kuperkirakan, pukul 5 sore. Yess, matang!
Di meja makan, telah kami sediakan pula 24 tempat mika mini, susu bungkusan super mini, steples, serta daun Pandan, tapi, wah untuk daun Pandan sepertinya belum disediakan, nih. Mendadak kami cari. Di penjual-penjual sekelas warung ada deh, pikirku. Tapi, ketika baru sejengkal saja keluar kostan, dikejutkan oleh tanaman daun Pandan yang berhelai-helai tertanam di beranda depan, baru tahu euy. Langsung pangkas daun dah!
Selanjutnya, juga tak lupalah kami siapkan: double tip, centong, dan tak ketinggalaaan juga berlembar-lembar label bertuliskan “KETAN SUJU, Ketan susu keju", ya, sebagai trade mark—yang menempel di bungkusannya itu coy. Hihi. Oke, sekarang siap meracikkan? Hmmm..., btw. sebuah merk yang sangat menarik, bukan? Merk yang semoga saja akan melegenda. Hehe. Iya harus dong, mengalahkan merk-merk makanan manapun. Ciecieee… Hahahaaa… Amiiin…
Tiktak. Jam mengingatkan kami, untuk menjajakannya segera, pukul 5.30 mau magrib, katanya. Jadilah Hani dan Lela segera cabut dari dapur kostan ke Alun-alun Purwokerto, membawa 24 bungkus ketan susu So Sweet yang siap sempurna dibeli, dimakan, dan dicerna oleh konsumen kami. Haha.
Krasak. Kami akan menempuh jarak menggunakan Mio putih, tentu sangat cepat, bukan? Semoga berimbas jualan kami laku habis, cepat pula. Amin lagi, ah!
Tapi tunggu dulu. Di tengah jalan, keseriusan niat makin terus menggumpal saja, nih. Hingga membuat fikiran kami loncat ke sebuah titik; memikirkan perlunya menyediakan uang recehan, untuk jaga-jaga kembalian uang jenis “gelondongannya” orang-orang di Alun-alun sana yang mau beli ketan susu So Sweet produksi kami. Ah, fikiran yang jitu lagi oke, nih. Maka beloklah kami ke sebuah pom bensin, untuk menukarkan uang, ribuan semua. Biar enak, kami juga punya rasa belas kasihan juga dong, sekalipun pada SPBU yang menyediakan buanyak uang recehan; sekalian mengisi bensin untuk tank Mio kesayanganku yang agak kerontang. Hihi.
Sampai di Alun-alun, langit menghampar telah gelap, pemirsa. Itu tandanya waktu maghrib sudah masuk, kata Lela. Sholat dong? Wajib!
Dag-dig-dug-der. Oke, dengan tekad dan rasa kepercayaan diri yang telah mendekap kami sehabis sholat. Mulailah kami menjajaki orang-orang yang sedang berfantasi di sana: mulai dari  ibu-ibu, bapak-bapak,  orang-orang dewasa, remaja-remaji, sampai anak-anak yang umurnya baru hitungan jari tangan. Eh, di pojok sana juga ada seorang lelaki yang sedang sendirian loh—duduk santai mengurai malam tak jauh dari gerobak PKL, di sampingnya tersanding secangkir kopi, serta tangan dan bibirnya yang memainkan rokok—penyairkah?
Kami tawarkan satu persatu dengan rayuan gombal bau promosi, “Ketan ketan, ketan ini terbuat dari santan gurih, manis, enak dan murah, cuma 2 ribu rupiah!”, yang akhirnya sebagian orang-orang diam-diam menelan rayuan tengik kami—terutama kata-kata Lela yang aha! (Lela…, kita nyerocot bae ya sewaktu berjualan di Alun-alun? Sadar nggak sih,  rayuan kita lebih tajam dari sales yang sudah tingkat Dewa! Hahahahahaaa… Peduli amat, biarlah pengalaman akan mengajari kita. Tapi sebuah kebenaran, Lela, tenggorokanku sampai kering loh!!)
Lela, bermacam-macam yang kita dapatkan dari hal baru yang kita lakonin itu. Capeklah, bingunglah, kritikanlah, tawaranlah, dilemalah, saranlah, dan lucunya; godaan pun datang juga. Busyet dah, dimintain nomor handphone segala. Poko’e enak pisaaannn, campur aduklah. Tapi hebat juga orang yang minta nomor handphone kita itu, dia beli sampai 5 bungkus ketan susu So Switte buatan kita loh. Bolehlah!
Satu jam lamanya menyusuri Alun-Alun Purwokerto, Lela. Jengkal demi jengkal kita susuri: ke tengah, menepi, balik ke tengah lagi, beranjak ke tepi lain lagi, ke tengah-tengah lagi, muter-muter pokoke, hingga akhirnya jualan kita HABIS, Lela! Alhamdulilah ya, patut BERSYUKUR sama Allah SWT yang telah memberikan kita segala apapun selagi kita mau berusaha. Benar-benar pertama melakukan hal seperti ini. Hal baru yang mampu buat rasa manja ini mengerti, betapa orang tua kita mencari rizki buat keluarga sangatlah tak semudah kita mengeluar-habiskan hasil jerih-payahnya. Capek saja tak akan sebanding dengan apa yang orang tua berikan dan perhatikan pada kita, baik moril maupun materil.
Setidaknya, Lela, Hani benar-benar menyadari dan mengerti bagaimana Mamaku, Papaku, Mamiku, dan Abahku, yang menyuruhku untuk prihatin, prihatin, dan terus belajar prihatin menyiasati pemberian Tuhan.
Uang 20 ribu rupiah yang kita dapatkan, nett, setidaknya sudah ada hikma yang mengilhami kita, semoga. Ya, pelajaranlah yang kita dapatkan. Haruslah melalui proses dan pengorbanan yang keras untuk mendapatkan setetes rizki, rasa kecapekan pun kita harus telan-rasakan, yang kemudian barulah hasil kita dapatkan—itu pun kalau Tuhan meridhoi. Terima kasih, ya Rabb. Mama, Papa, dan keluarga, J, TERIMA KASIH Hani haturkan. Hani mencintai dan menyayangi kalian…***





Jualan lagi nggak ya?
:-p = :(to)p !

ˆ-ˆ

Sabtu, 12 Mei 2012

Pencarian pendapatan, selalu ada hari pertama

12 Mei 2012, Persiapan dari jam setengah 3 sore udah mulai menyiapkan segala apa yang diperlukan untuk jualan, di cuci, di bilas, direndem, di masak setengah matang,lalu dikukus satu jam lamanya, tiba lah waktu hingga pukul 5 sore, baru matang. Telah disediakan di meja makan 24 tempat mika mini, susu bungkusan super mini, steples, daun pandan( dadak nyari dan akhirnya didepan kosan ada tanamannya, langsung pangkas daun), daouble tip, centong dan tak lupa lebel bermerek" KETAN SUSU SO SWEET" memalukan tapi ya itu yang akan menjadi penarik. Ya .. Jualan, jualan Ketan susu So sweet, berlebihan dan sok banget,hahaha BIARIN !!! pukul 5.30 mau magrib, hani sama lela cabut ke Alun-alun, membawa 24 bungkus ketan susu,swiiingg terbang woth Mio putih dgn harapan jualannya laku, saking niatnya, kita memikirkan tentang kembalian orang yang uangnnya ga pas dgn harga ketan nanti kalau pas transaksi, beloklah ke pom bensin, sambil nukerin uang 2 ribuan semua,haha NIAT de KITA:) Sampe Alun-alun Purwokerto, Sholat magrib->finish Oke dengan tekad n rasa kepercayaan diri yang tak tau malu, mulailah kita menjajaki ibu-ibu,bapak-bapak semua yang ada disini,(lagu Inul dong)haha lanjut, iya tapi kita bener menjajaki jualan kita pada bapak2 dan ibu2+punya anak kecil yang sedang santai, kita sugukan dengan ketan susu so sweet+Rayuan gombal promosiin ketan yang terbuat dari santan gurih, manis , enak dan cobain aja murah ko cuma 2 ribu yang akhirnya orang itu TERTELAN oleh rayuan tengik kita(terutama rayuan lela badriah)hahah,,Lela,,,kita nyerocot bae ya waktu di Alun-alun?nyadar ga kita lbh2 dari sales yang sudah tingkat dewa,Gapapa Penggalaman akan mengajari kita :D, tapi bener2 ampe tenggorokan kering lho !! Bermacam-macam yang kita dapet, ada cape, bingung, kritikan, tolakan, tawaran, dilema, saran, dan godaan (dimintain nomer hape)wiss enak pisaann, tapi hebat dia beli ampe 5 bungkus ketan susu co cwitte.TERIMA KASIH Satu jam lamanya menyusuri tepian hingga diameter dan jari-jari Alun-Alun Purwokerto, yang akhirnya jualan kita HABIS:) ALHAMDULILAH, bERSYUKUR sama Allah SWT, terimah kasih. Bener-bener pertama, dan baru seperti ini. Ngerasain apa yang orang tua lakuin buat dapetin uang buat keluarga, cape banget dan itu emang ga sebanding dengan apa yang papa kasih uang jajan, setidaknya hani bener-bener menyadari dan ngerti gimana papa,mama, aba,mami nyuruh suru prihatin, prihatin. Cuma uang 20 ribu rupiah setidaknya sudah ku dapatkan sendiri ampe letih dan tau bagaimana perjuangan nyari uang bener-benr itu susah banget. Harus cape dulu=baru dapet uang.Mama,Papa,Keluarga TERIMA KASIH, Papa i love u