Sabtu, 18 Mei 2013
Pemikiran sesaat
Tak mungkin untuk mundur, selangka maupun sepetak. Sudah menjadi keputusan yang harus dijalani tak boleh menyesal, mungkin boleh seseat untuk terdiam mengusap butiran keringat namun jangan terdiam termangu sambil mengerutkan dahi dan membuang semangat dalam cucuran keringarmu apalagi menurunkan segala ambisi dan semangat terhadap impian dan cita-cita. Hal yang kau ingin dapat adalah menepatkan diri pada ketidakyamanan diri yang berharap agar engkau tak menjad rata-rata mereka yang berada pada kondisi nyaman. Memiliki satu waktu yang sama, memiliki tugas yang sama sebagai seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas jenderal Soedirman, memiliki kewajiban dan hak yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Yang berbeda hanyalah aku yang menepatkan diri pada kondisi yang berbeda, kondisi dmn masalah dan pemaknaan hidup terus menghampiri datang setiap waktu. memiliki peran ganda menjadi Mahasiswa PKL ( Mahasiswa oedagang kali lima - seorang pedagang pkl menyebutnyat padaku) ahh tidak menurunkan rasa semangat dan mimpi-mimpi ini. Di sebut sebagai gadis pendorong gerobak dan bos pop ice malah semakin membuatku merasa bangga dan percaya diri terhadap kesuksesan yang harus aku raih dimasa depan. Untuk semua yang telah kudapakan pada semester 4 ini, semoga menjadikan aku menjadi orang yang lebih kuat, semangat dan optimis oiya satu lagi bermanfaat satu lagi deh sholeha.. haha Aamin.. sudah lah untuk waktu ini, ku tuliskan begini.
Jumat, 01 Juni 2012
sekedar Promosi,qiqi
Pengalaman
Baru
Selalu saja, hidup ini, ada hal-hal
baru bagi kita. Entah itu alamiah “kejutan” dari Sana, atau kita sendiri yang
membuatnya. Tapi kali ini, bagiku, sepertinya hal baru yang bukan bersifat
alamiah atau datang begitu saja; aku merencanakan sudah cukup lama dan matang; untuk
belajar cari uang halal dengan kaki tangan sendiri (gaya ya? Hihi). Akan tetapi
juga, aku percaya, sangat yakin, Tuhan juga ikut andil disetiap rencana
hamba-hamba-Nya, termasuk hamba yang dhoif ini. Iyakan, Gusti? Karena kusadari
benar, Dia-lah yang mememepertemukanku dengan seseorang yang dijadikan sebagai relasiku,
untuk (belajar) berwirausaha bersama—yang setelah kucari-cari ia dari sebagian
banyak teman, kurayu-rayu ia dari sebagian banyak lawan, kuyakinkan ia dari
sebagian banyak kenalan, akhirnya dipersatukan juga, toh. Siapa sih? Perkenalkan deh, Lela Badriah, bukan Lela Majnun, panggil
saja Lela, teman sekostan sekampus seperjuangan sepermainan—yang hari kemarin aku
ajak untuk jualan, eh bisnis ding
alias berwirausaha. Biar agak keren sedikit istilahnyalah. Heheheheheee…
Tibalah hari
yang kurencanakan; Sabtu, tanggal 12 Mei 2012, kupilih sebagai awal dari sebuah
hal baru; berwirausaha. Usaha Apa sih? Hmmm... Baik, oke, sebetulnya aku
agak kurang pd menceritakannya, sih. Bukan apa-apa juga sebetulnya,
sih. Sangat biasa sekali, sih. Iiihhh…
Pingin tahu saja, sih? Terus baca saja, ya?! J
Usaha yang
kuciptakan bukan usaha semacam rintisan Karl Albrecht, yang memiliki jaringan
supermarket Aldi Sud berjumlah 4500 toko di Jerman, termasuk
1200 toko yang tersebar di 32 negara bagian Amerika Serikat. Tapi aku bersama temanku,
Lela—mencoba membuka usaha kecil-kecilan memproduksi Ketan Susu. Ihiiirrr… En-do-ne-sia se-ka-leee…, kan?
Siang yang hampir
sore, ketika jam dinding di kamar kostanku menunjuk pada angka 2 lewat 30, yang
jika ada orang bertanya; “Pukul berapa, Hani?” “Pukul setengah tiga, trés,” jawabku telak. Ya, aku dan Lela mulai
sigap menyiapkan segala kebutuhan yang
diperlukan untuk dijadikan ketan susu. Mulai dari bahan-bahan yang dijamin halal,
alat-alat produksi yang amat bersih, dan resep-resep super jitu (tak usah deh dijelaskan
demi menjaga rahasia perusahaan. Hihihihiii…).
Singkatnya, khusus
untuk bahan-bahan semua kami cuci, membilasnya, merendamnya, lalu dimasak
setengah matang saja di atas kompor yang berapi. Setelah selesai, dikukus satu
jam, tidak boleh kurang atau sedikit lebih sih, boleh—saran koki di majalah
entah. Hingga tibalah waktu yang sudah kuperkirakan, pukul 5 sore. Yess, matang!
Di meja makan,
telah kami sediakan pula 24 tempat mika mini, susu bungkusan super mini, steples,
serta daun Pandan, tapi, wah untuk daun Pandan sepertinya belum disediakan,
nih. Mendadak kami cari. Di penjual-penjual sekelas warung ada deh, pikirku. Tapi,
ketika baru sejengkal saja keluar kostan, dikejutkan oleh tanaman daun Pandan yang
berhelai-helai tertanam di beranda depan, baru tahu euy. Langsung pangkas daun
dah!
Selanjutnya,
juga tak lupalah kami siapkan: double tip, centong, dan tak ketinggalaaan juga
berlembar-lembar label bertuliskan “KETAN SUJU, Ketan susu keju", ya, sebagai trade mark—yang menempel di
bungkusannya itu coy. Hihi. Oke, sekarang siap meracikkan? Hmmm..., btw. sebuah merk yang sangat menarik,
bukan? Merk yang semoga saja akan melegenda. Hehe. Iya harus dong, mengalahkan merk-merk
makanan manapun. Ciecieee… Hahahaaa… Amiiin…
Tiktak. Jam
mengingatkan kami, untuk menjajakannya segera, pukul 5.30 mau magrib, katanya.
Jadilah Hani dan Lela segera cabut dari dapur kostan ke Alun-alun Purwokerto,
membawa 24 bungkus ketan susu So Sweet yang siap sempurna dibeli, dimakan, dan
dicerna oleh konsumen kami. Haha.
Krasak. Kami akan
menempuh jarak menggunakan Mio putih, tentu sangat cepat, bukan? Semoga
berimbas jualan kami laku habis, cepat pula. Amin lagi, ah!
Tapi tunggu
dulu. Di tengah jalan, keseriusan niat makin terus menggumpal saja, nih. Hingga
membuat fikiran kami loncat ke sebuah titik; memikirkan perlunya menyediakan
uang recehan, untuk jaga-jaga kembalian uang jenis “gelondongannya” orang-orang
di Alun-alun sana yang mau beli ketan susu So Sweet produksi kami. Ah, fikiran
yang jitu lagi oke, nih. Maka beloklah kami ke sebuah pom bensin, untuk
menukarkan uang, ribuan semua. Biar enak, kami juga punya rasa belas kasihan juga
dong, sekalipun pada SPBU yang menyediakan buanyak
uang recehan; sekalian mengisi bensin untuk tank Mio kesayanganku yang agak
kerontang. Hihi.
Sampai di Alun-alun,
langit menghampar telah gelap, pemirsa. Itu tandanya waktu maghrib sudah masuk,
kata Lela. Sholat dong? Wajib!
Dag-dig-dug-der.
Oke, dengan tekad dan rasa kepercayaan diri yang telah mendekap kami sehabis
sholat. Mulailah kami menjajaki orang-orang yang sedang berfantasi di sana:
mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, orang-orang dewasa, remaja-remaji, sampai
anak-anak yang umurnya baru hitungan jari tangan. Eh, di pojok sana juga ada seorang
lelaki yang sedang sendirian loh—duduk santai mengurai malam tak jauh dari gerobak
PKL, di sampingnya tersanding secangkir kopi, serta tangan dan bibirnya yang
memainkan rokok—penyairkah?
Kami tawarkan
satu persatu dengan rayuan gombal bau promosi, “Ketan ketan, ketan ini terbuat
dari santan gurih, manis, enak dan murah, cuma 2 ribu rupiah!”, yang akhirnya sebagian
orang-orang diam-diam menelan rayuan tengik kami—terutama kata-kata Lela yang
aha! (Lela…, kita nyerocot bae ya sewaktu
berjualan di Alun-alun? Sadar nggak sih, rayuan kita lebih tajam dari sales yang sudah
tingkat Dewa! Hahahahahaaa… Peduli amat, biarlah pengalaman akan mengajari kita.
Tapi sebuah kebenaran, Lela, tenggorokanku sampai kering loh!!)
Lela, bermacam-macam
yang kita dapatkan dari hal baru yang kita lakonin itu. Capeklah, bingunglah,
kritikanlah, tawaranlah, dilemalah, saranlah, dan lucunya; godaan pun datang juga.
Busyet dah, dimintain nomor handphone segala. Poko’e enak pisaaannn, campur aduklah. Tapi hebat juga orang yang
minta nomor handphone kita itu, dia beli sampai 5 bungkus ketan susu So Switte buatan
kita loh. Bolehlah!
Satu jam lamanya
menyusuri Alun-Alun Purwokerto, Lela. Jengkal demi jengkal kita susuri: ke
tengah, menepi, balik ke tengah lagi, beranjak ke tepi lain lagi, ke
tengah-tengah lagi, muter-muter pokoke,
hingga akhirnya jualan kita HABIS, Lela! Alhamdulilah ya, patut BERSYUKUR sama
Allah SWT yang telah memberikan kita segala apapun selagi kita mau berusaha.
Benar-benar pertama melakukan hal seperti ini. Hal baru yang mampu buat rasa
manja ini mengerti, betapa orang tua kita mencari rizki buat keluarga sangatlah
tak semudah kita mengeluar-habiskan hasil jerih-payahnya. Capek saja tak akan sebanding
dengan apa yang orang tua berikan dan perhatikan pada kita, baik moril maupun
materil.
Setidaknya,
Lela, Hani benar-benar menyadari dan mengerti bagaimana Mamaku, Papaku, Mamiku,
dan Abahku, yang menyuruhku untuk prihatin, prihatin, dan terus belajar
prihatin menyiasati pemberian Tuhan.
Uang 20 ribu
rupiah yang kita dapatkan, nett, setidaknya
sudah ada hikma yang mengilhami kita, semoga. Ya, pelajaranlah yang kita
dapatkan. Haruslah melalui proses dan pengorbanan yang keras untuk mendapatkan
setetes rizki, rasa kecapekan pun kita harus telan-rasakan, yang kemudian barulah
hasil kita dapatkan—itu pun kalau Tuhan meridhoi. Terima kasih, ya Rabb. Mama, Papa,
dan keluarga, J, TERIMA KASIH Hani haturkan. Hani mencintai dan menyayangi
kalian…***
|
Jualan
lagi
:-p
= :(to)p !
|
Sabtu, 12 Mei 2012
Pencarian pendapatan, selalu ada hari pertama
12 Mei 2012,
Persiapan dari jam setengah 3 sore udah mulai menyiapkan segala apa yang diperlukan untuk jualan, di cuci, di bilas, direndem, di masak setengah matang,lalu dikukus satu jam lamanya, tiba lah waktu hingga pukul 5 sore, baru matang. Telah disediakan di meja makan 24 tempat mika mini, susu bungkusan super mini, steples, daun pandan( dadak nyari dan akhirnya didepan kosan ada tanamannya, langsung pangkas daun), daouble tip, centong dan tak lupa lebel bermerek" KETAN SUSU SO SWEET" memalukan tapi ya itu yang akan menjadi penarik. Ya .. Jualan, jualan Ketan susu So sweet, berlebihan dan sok banget,hahaha BIARIN !!!
pukul 5.30 mau magrib, hani sama lela cabut ke Alun-alun, membawa 24 bungkus ketan susu,swiiingg terbang woth Mio putih dgn harapan jualannya laku,
saking niatnya, kita memikirkan tentang kembalian orang yang uangnnya ga pas dgn harga ketan nanti kalau pas transaksi, beloklah ke pom bensin, sambil nukerin uang 2 ribuan semua,haha NIAT de KITA:)
Sampe Alun-alun Purwokerto, Sholat magrib->finish
Oke dengan tekad n rasa kepercayaan diri yang tak tau malu, mulailah kita menjajaki ibu-ibu,bapak-bapak semua yang ada disini,(lagu Inul dong)haha lanjut, iya tapi kita bener menjajaki jualan kita pada bapak2 dan ibu2+punya anak kecil yang sedang santai, kita sugukan dengan ketan susu so sweet+Rayuan gombal promosiin ketan yang terbuat dari santan gurih, manis , enak dan cobain aja murah ko cuma 2 ribu yang akhirnya orang itu TERTELAN oleh rayuan tengik kita(terutama rayuan lela badriah)hahah,,Lela,,,kita nyerocot bae ya waktu di Alun-alun?nyadar ga kita lbh2 dari sales yang sudah tingkat dewa,Gapapa Penggalaman akan mengajari kita :D, tapi bener2 ampe tenggorokan kering lho !!
Bermacam-macam yang kita dapet, ada cape, bingung, kritikan, tolakan, tawaran, dilema, saran, dan godaan (dimintain nomer hape)wiss enak pisaann, tapi hebat dia beli ampe 5 bungkus ketan susu co cwitte.TERIMA KASIH
Satu jam lamanya menyusuri tepian hingga diameter dan jari-jari Alun-Alun Purwokerto, yang akhirnya jualan kita HABIS:)
ALHAMDULILAH, bERSYUKUR sama Allah SWT, terimah kasih.
Bener-bener pertama, dan baru seperti ini. Ngerasain apa yang orang tua lakuin buat dapetin uang buat keluarga, cape banget dan itu emang ga sebanding dengan apa yang papa kasih uang jajan, setidaknya hani bener-bener menyadari dan ngerti gimana papa,mama, aba,mami nyuruh suru prihatin, prihatin. Cuma uang 20 ribu rupiah setidaknya sudah ku dapatkan sendiri ampe letih dan tau bagaimana perjuangan nyari uang bener-benr itu susah banget. Harus cape dulu=baru dapet uang.Mama,Papa,Keluarga TERIMA KASIH, Papa i love u
Jumat, 13 Januari 2012
get the number A-13 JANUARI 2012
Terdiam saat melihat pengumuman hasil nilai uas biologi, cengok !
udah diumumin aja padahal tadi baru aja nulis kalau uasnyya udah selesei.
Oke lanjut, iya uas biologi alhamdulilah udah di umumin hasilnya, dan akuu lihat ternyata hasilnya memuaskan. Tak dapat mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih lagi sama ALLAH tapi lebih dari itu, atas harapan dan keinginan yang telah kucapai di mata kuliah ini. hasil yang diinginkan di ridhoi sama ALLAH,
Semoga hasil nilai mata kuliah yang lain juga turut mengikuti apa yang telah aku dapatkan. ALHAMDULILAH yaa SESUATU yang di harapkan terkabulkan, naaaaaa Untuk mata kuliah lain semoga kalian mengikuti jejak jejak Mata kuliah biologi ya?AMIN ya ALLAH RIDHOILAH..
SEMANGAT!!!berdoa
udah diumumin aja padahal tadi baru aja nulis kalau uasnyya udah selesei.
Oke lanjut, iya uas biologi alhamdulilah udah di umumin hasilnya, dan akuu lihat ternyata hasilnya memuaskan. Tak dapat mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih lagi sama ALLAH tapi lebih dari itu, atas harapan dan keinginan yang telah kucapai di mata kuliah ini. hasil yang diinginkan di ridhoi sama ALLAH,
Semoga hasil nilai mata kuliah yang lain juga turut mengikuti apa yang telah aku dapatkan. ALHAMDULILAH yaa SESUATU yang di harapkan terkabulkan, naaaaaa Untuk mata kuliah lain semoga kalian mengikuti jejak jejak Mata kuliah biologi ya?AMIN ya ALLAH RIDHOILAH..
SEMANGAT!!!berdoa
Kamis, 12 Januari 2012
Selesei Uas Semester gasal
Tgl 3 sampai tgl 13 januari 2012, ujian semester gasal diadakan. 10 hari dengan 1 mata kuliah setiap hari. Hal yang membosankan tapi mengenakkan(Belajarnya ga ribet) tapi lama.
Dari awal masuk target IP sesuai dengan yang di inginkan, Sekarang baru selsei ujian belum diumumkan,ya semoga pas diumumin insyaAllah , Allah meridhoi apa yang kuinginkan. AMIN
Sukses untuk semester berikutnya, lebih baik dan harus lebih baik dalam aktivitas kuliahmu hani. HEHE
BERJALAN BAIK YA APALAGI UNTUK RENCANA 2012 DI NOTE muuuu
dgn DUIT inget:D
Dari awal masuk target IP sesuai dengan yang di inginkan, Sekarang baru selsei ujian belum diumumkan,ya semoga pas diumumin insyaAllah , Allah meridhoi apa yang kuinginkan. AMIN
Sukses untuk semester berikutnya, lebih baik dan harus lebih baik dalam aktivitas kuliahmu hani. HEHE
BERJALAN BAIK YA APALAGI UNTUK RENCANA 2012 DI NOTE muuuu
dgn DUIT inget:D
Kamis, 05 Januari 2012
Bayangan
Masih terlihat saat mentari pagi menyingsing, dalam tapak kaki masih terlihat bayangan mengikuti di smping, belakang, sang sinar meberikan cahaya pada tubuh setiap kepala kepala manusia yang menyongsong hari. Tersadarkan mereka pada bayangan yang setiap saat menemani? bukan kah bayangan dalam diri MANUSIA mendandakan bahwa masih hidup, masih dalam dunia ? bersyukur..hanya saja rasa syukur itu terbentur oleh ketidakpedulian dan kesibukan tentang urusan dan binar-binar kesibukan aktivitas MENCARI SESUAP NASI dan MENGAIS ILMU.
Coba perhatikan bayanganmu, sebelum ia tersudut membentuk kaki kita tak dapat menginjak bumi.
Hal yang sepele namun menarik. Haya sebuah BAYANGAN . masih adakah bayanganmu saat ini?LIAT SENDIRI !
Coba perhatikan bayanganmu, sebelum ia tersudut membentuk kaki kita tak dapat menginjak bumi.
Hal yang sepele namun menarik. Haya sebuah BAYANGAN . masih adakah bayanganmu saat ini?LIAT SENDIRI !
Senin, 02 Januari 2012
02012012 firework vs Zombie
Sekedar permainan biasa bukan? hanya nyalain petasan di area rumah-rumah berpenghuni banyak mahasiswa Unsoed TERCINTA di griya limas permai A3(kosan) purwokerto.
Taun baru udah kelewat kemarin malam, tapi ga sempet pesta kembang api di kosan, ya udah jadinya pas dua hari setelh itu.
Bukan apa-apa dan bukan salah siapa, tapi saya yang kena marahan ibu kosnya. yong gimana ga?kaka kelas teriak-teriak hani..hanii..hanii..buat hani panik dan yang jelas hani jadi pelaku utama de dalam PESTA HAL TERBURUK itu..haha
ya wis ora papa biar dimarahin juga tapi seru ..kata ibu kos"mba kalau nyalain petasan jgn di dalam kosan tapi diluar,takut kena gas soalnya perna kejadian dan dia juga bilang kalau nyalain petasan itu baru pertama kali dikosan itu,,jiahh?plin plan
hahah tapi bagus la berarti hani jadi pemberontak pertama yang berani buat jantung bapaknya gemetar kencang dag dig dug . iya dia pny penyakit jantung dan itu hani baru tahu pas udah nyalain kembang apinya(Kembang api ukuran 35 cm, dengan isi 5 biji tok)RIBET DAN BUAT AKUU MENJADI ORANGGGGGG YANG BERSALAH BGT BUSYETTTTTTTT DA. maafin hani ya :D
Insya Allah diberi umur panjang, kita memulai kembali masa masa menyenangkan oke "2011"
PELAKU YANG BERPARTISIPASI
Kinan kamer tak bernomer (pemilik petasan)
Opi kamer no 1(PENGUSUL Nyalain Kembang api)
Lela kamer no 18(MEMERIAKAN"REFRESHING KATANYA)
Gadis kamer no 2( PENYALA PUCUK KEMBANG API sekaligus pemberi saran kalau kembang api itu harus dicelupin ke air pas lagi nyala-nyalanya:DDDDDDDDDDDOODD)
hani omi kamer no 3( pemegang sekaligus pelaku yang disandra sebagai bintang utama dalam adegan film firework)
Mba dwi kamer no 17( penjerit dan kaget)
Mba Tika kamer n0 16( penjerit , " ada yang meledak tah ini??"#lugu
Mba jeje kamer no 12( penjerit ," Kenapa ga bilang bilang? kan bisa nyiapain jantung dulu)
Mba Ina Kamer no 10 ( Orang yang menutupi muka saat ibu kosan MENASEHATI , pura pura ngomong sama ikan lagi ,,huuuuuuuu)Mukanya polos dan tanpa dosa !
Langganan:
Postingan (Atom)
